hmmm..

hmmm..

Sabtu, 19 November 2011

Dr. Kenneth (Singapore)


Seminar by Dr. Kenneth Lew, BDS, MDS, FAMS, FDSRCS

Interceptive Orthodontics for the Mixed Dentition and Teenager

the participants come from several province of Indonesia, to learning more about interceptive orthodontics. they are from Jakarta, Surabaya, Medan, Padang, Pekanbaru, Palembang, Banda Aceh and several region at Nangro Aceh Darussalam province also North Sumatera province like kak Riris,drg (Sibolga) and me (Tarutung, North Tapanuli). this seminar its very unique and give me more science and practice about patient management and also met kak Intan,drg (senior), dokter Rehulina (dosen Patologi Mulut) and bang Iskandar,drg,Sp.KGA (for sharing about pedodontics).

Dr Kenneth Lew is cited in the International Who’s Who (USA) as a ‘dental expert in the field of esthetic dentistry and orthodontics’ and has more than 20 years experience in those fields. Asked what motivates him, Dr Lew replied,’ I wanted to be a dentist. It was a clear choice over the Engineering scholarship in France I was offered after my ‘A’ levels. I loved the violin, studied under the well-regarded maestro Goh Soon Tieo but I knew, playing the violin well was good. But taking it to the next level needed not only sacrifice, but talent beyond measure of the ordinary man’.

With the support of a Public Service Commission scholarship, Dr Kenneth Lew received his Bachelor of Dental Surgery ( National University of Singapore, 1982). He set off with a National University of Singapore scholarship to obtain his specialist training, a Master of Dental Surgery (Orthodontics) from University of Adelaide, Australia in 1987. Dr Kenneth Lew modestly said,’ I am deeply honored to receive my FDSRCS from the Royal College of Surgeons, Edinburgh, without examination in recognition of my work. It has encouraged me to share my knowledge and do my bit by teaching other dentists what I have learnt over 2 decades of clinical dental practice’. Dr Lew conducts very well receives courses in Indonesia and Hong Kong teaching other dentists there.

Formerly the co-director of the Graduate Program in Orthodontics in NUS, Dr Kenneth Lew left academia for the challenges of private practice in 1994 to start Tanglin Dental Surgeons in Singapore. Dr Lew said,’ Clinical practice is emotionally rewarding. I have treated teenage patients with orthodontics, seen them marry. Now, I am treating their children!’

Dentistry is a major beneficiary of advances in technology, "Dr Lew said, It is immensely satisfying to be a dentist now." Dr Kenneth Lew is also one of the inaugural Invisilign® and Simpliclear® dentists in Singapore. We believe in giving choice to our patient.

As part of giving his patients the best looking smile and teeth we have started a Medical Aesthetics Division, in response to our patient's request for medical doctor administered procedures such as Botox and fillers.

Dr Kenneth is also :
Member of American Association of Cosmetic Dentistry (USA)
International Member of American Association of Orthodontics (USA)
Fellow of the Academy of Medicine (Singapore)
Fellow of World Federation of Orthodontics
Fellow of Dental Surgery, Royal College of Surgeons (Edinburgh)
Visiting Consultant to Moestopo Dental University (Jakarta, Indonesia)
Course Director and Principal Lecturer in the popular Doktor Gigi Plus Program in Orthodontics Indonesia

Past President Association of Orthodontists, Academy of Medicine
Past Vice Chairman Chapter of Dental Surgeons, Academy of Medicine
   (Sumber : Tanglin Dental Clinic Singapore, Fondaco, Myself)

Sabtu, 29 Oktober 2011

Kecelakaan


Kecelakaan dpt menyebabkan trauma pd gigi n mulut. Trutama pd anak2, dikatakan hmpr 30% anak prnh mengalami trauma pd gigi n wajah pd saat bermain, berolah raga ato aktivitas lainnya.

Akibat kecelakaan pd jaringan mulut, gusi, bibir n pipi dpt berupa laserasi (luka robek) yg mengakibatkan perdarahan atau pembengkakan. Sedangkan pd jaringan gigi n tulang dpt menyebabkan avulsi gigi (gigi lepas), prerubahan posisi gigi, gigi patah atau tulang rahang patah baik rahang atas maupun rahang bawah. Bila keadaan ini tjd jgn lah panik, krn bila orang tua terlihat panik anak2 akan merasa khawatir n menangis serta tdk kooperatif.

Bila tjd avulsi (gigi lepas) :
Jika gigi lepas tsb tjd pd anak2 usia 5-6 thn, tdk perlu mrasa terlalu khawatir dgn keadaan tsb, krn gigi tsb akan tergantikan oleh gigi dewasanya kelak. Lakukan pemeriksaan k dokter gigi n bila perlu dilakukan rongsen foto shg dpt dilihat daerah dmn gigi tsb apakah ada patahan sisa akar atau kondisi lainnya.
Jika gigi dewasa yg lepas, biasanya tjd perdarahan pd keadaan ini bs dihentikan dgn meletakkan gumpalan kapas pd luka tsb lalu menyuruh anak mengatupkan mulutnya, selanjutnya :
1. Peganglah gigi pd mahkota gigi, jgn pd akarnya (krn hal tsb akan merusak sel2 yg diperlukan utk menempelnya gigi k tulang).
2. Cuci gigi dgn kucuran air bersih tapi jgn digosok.
3. Masukan gigi pd mulut diantara pipi n gusi utk menjaga tetap lembab atau bila memungkinkan bungkus dgn kasa bersih n masukan k dlm wadah yg diisi susu.
4. Sgera hubungi dokter gigi terdekat utk dilakukan penanaman kembali (replanted) n splinting (fiksasi gigi).
Faktor wkt sgt menentukan utk melakukan replanted. Jika ada bs bertemu dokter gigi dlm wkt ½ jam prognosisnya akan baik, jika lbh dr itu maka keberhasilan replanted akan berkurang antara 80-60%

Bila terjadi perubahan posisi gigi dari lengkung gigi
Lakukan reposisi dgn cara menekan dgn lembut utk mengembalikan gigi k posisi semula n katupkan rahang utk mcegah pergerakan gigi n sgera hubungi dokter gigi utk dilakukan splinting.

Bila Gigi Patah
Gigi patah bs berbagai macam kondisi mulai dr patah hny pd email sampai patah sluruh mahkota, berkumur dgn air hangat n segera hubungi dokter gigi utk dilakukan perawatan selanjutnya.

Bila tjd luka pd jaringan lunak :
Luka pd jaringan lunak dpt tjd pd gusi, bibir, lidah n pipi. Segera cuci n bersihkan luka dgn air hangat n hubungi RS terdekat. Utk mcegah perdarahan yg lbh byk pd luka, lalukan penekanan dgn kasa steril pd lidah, tarik lidah n lakukan penekanan dgn kasa steril

Rahang Patah
Biasanya tjd perubahan gigitan (mulut tdk bs dikatupkan n terbatas pd saat dibuka), ketidaksimetrisan wajah, pergerakan rahang yg abnormal, sakit pd saat rahang digerakan, pembengkakan, luka laserasi yg tjd pd daerah gusi n mukosa mulut, perubahan warna, hipersalivasi n halitosis (akibat berkurangnya pergerakan normal mandibula dpt tjd stagnasi makanan n hilangnya efek “self cleansing”) krn gangguan fungsi pengunyahan, Numbness (rasa baal), kelumpuhan dr bibir bwh, biasanya bila fraktur tjd di bwh nervus alveolaris. Lakukan kompres dingin dgn es yg dimasukan k dlm kantong plastik lalu segera hubungi RS terdekat.

Bila tjd trauma pd wajah, sebaiknya segera hubungi dokter gigi terdekat utk mdapatkan pemeriksaan lbh lanjut, rahang yg patah n tdk terawat dpt menyebabkan kelainan struktur yg lbh parah trutama pd masa pertumbuhan n perkembangan dpt menyebabkan cacat wajah sebab sendi temporomandibular joint (sendi yg mhubungkan tulang tengkorak n tulang rahang) merupakan pusat pertumbuhan pd wajah.

The sooner the better, dlm istilah medis tdp masa yg disebut golden period pd perawatan. Dmn pd masa itu, invasi bakteri blm menyebabkan infeksi n luka masih baru slain hasil perawatannya jg sgt baik jg mcegah kerusakan yg lbh parah atau kehilangan sruktur maupun fungsi

Minggu, 23 Oktober 2011

Behel Gigi

Apa yang dimaksud dengan Orthodontic ?
Orthodontic adalah sebuah cabang ilmu kedokteran gigi yang bertujuan untuk mengawasi, mengatur, memperbaiki :
-. Pertumbuhan tulang rahang
-. Perkembangan tulang rahang
-. Hubungan tulang rahang
-. Susunan gigi-geligi baik pada anak-anak maupun orang dewasa.



Bagaimana saya tahu kalau saya memerlukan perawatan orthodontic ?
Hanya seorang dokter gigi yang mengetahui apakah Anda memerlukan perawatan ini atau tidak.
Maka dari itu segera konsultasikan gigi-geligi Anda bila tidak rapih/ berjejal/ berada tidak pada tempatnya, sehingga mengganggu proses pengunyahan dan penampilan.



Mengapa saya memerlukan perawatan ini ?
Perawatan ini diperlukan untuk mendapatkan hubungan yang harmonis antara tulang rahang dengan gigi-geligi, atau sebatas untuk mendapatkan susunan gigi-geligi yang lebih baik.
Perawatan ini bertujuan untuk memperbaiki fungsi pengunyahan, penampilan dan pertumbuhan psiko-sosial.



Bagaimana kalau saya tetap membiarkan gigi-geligi saya tidak rapih ?
Kalau Anda tetap membiarkannya maka gigi-geligi rahang atas tidak bertemu dengan gigi-geligi pasangannya di rahang bawah. Hal ini akan menyebabkan gangguan dan kerusakan pada sendi serta otot rahang. Tidak jarang juga menyebabkan sakit kepala.

Ada berapa macam perawatan orthodontic itu ?

Perawatan orthodontic ada tiga macam, yaitu:
-. Fixed appliances (alat cekat)
-. Removable appliances (alat lepasan)
-. Functional appliances (alat fungsional)
Dokter gigi yang akan menentukan macam perawatan mana yang paling tepat.
Perawatan yang paling banyak diaplikasikan adalah perawatan dengan fixed appliances yang lebih dikenal dengan istilah braces/ behel/ kawat gigi.



Siapa saja yang dapat menerima perawatan fixed appliances/ braces ini ?
Anak-anak maupun orang dewasa dapat menerima perawatan ini.



Jika saya/ anak saya memerlukan perawatan braces, kapan waktu yang tepat untuk memulai perawatan?
Untuk orang dewasa, perawatan dapat dimulai kapan saja.
Untuk anak-anak, sebaiknya bawalah sedini mungkin ke dokter gigi untuk dilihat apakah diperlukan perawatan orthodontic atau tidak. Usia yang dianggap ideal untuk membawa anak-anak ke dokter gigi adalah pada saat usia 8-15 tahun.



Berapa lama braces ini dipasang dalam mulut ?
Lamanya braces ini dipasang tergantung dari faktor umur dan seberapa sulit kasus tersebut, kalau kasusnya sederhana kira-kira memakan waktu paling cepat (minimum) 2 tahun.
Selama dalam perawatan, pasien diwajibkan untuk melakukan/ mengikuti instruksi-instruksi yang diberikan, demi keberhasilan perawatan. Contoh : pemakaian karet, menjaga kebersihan gigi dan mulut serta mencegah kerusakan braces tersebut.



Bagaimana peluang keberhasilan perawatan ini ?
Peluang keberhasilan tergantung dari kasusnya dan kerjasama yang dijalin antara dokter gigi dengan pasiennya.
Bila pasien tersebut anak Anda maka keberhasilannya tergantung dari kasusnya serta kerja sama yang dijalin antara dokter gigi, anak Anda dan Anda sendiri.



Setiap berapa bulan sekali braces ini dikontrol ?
Braces ini dikontrol biasanya 1-2 bulan sekali tergantung dari kasus dan macam perawatannya.



Apakah saya akan merasakan sakit selama braces berada di dalam mulut ?
Braces biasanya mengakibatkan timbulnya rasa aneh pada mulut Anda (seperti bibir terlihat lebih tebal) dan juga ketidaknyamanan sesaat setelah alat ini diaktifkan.

Namun hal ini berlangsung sementara karena gigi dan mulut Anda akan terbiasa
 
 
www.sapphiredentalaesthetic.com

Pengaruh Gigi

GIGI SEHAT, BADAN SEHAT


Apakah kesehatan mulut mempengaruhi kesehatan saya secara keseluruhan?
Berdasarkan penemuan, infeksi di mulut dapat menyebabkan masalah di bagian tubuh lainnya

Masalah apa yang bisa timbul jika ada masalah dengan kesehatan gigi saya?
Masalah yang mungkin timbul yang disebabkan oleh rendahnya kesehatan gigi termasuk
•Penyakit Jantung
•Stroke
•Diabetes
•Bayi premature
•Penyakit pernafasan (paru-paru)

Bagaimana kesehatan mulut saya berdampak pada jantung saya?
Jika seseorang memiliki penyakit gusi, bakteri yang berada dalam mulut dapat masuk ke dalam saluran darah. Bakteri tersebut dapat langsung menyerang simpanan lemak yang terdapat pada saluran darah ke jantung, terjadilah penyumbatan. Penyumbatan darah dapat menurunkan aliran darah sehingga jantung tidak dapat nutrisi dan oksigen yang dibutuhkan. Jika aliran darah buruk, hal ini dapat menyebabkan serangan jantung. Orang yang memiliki penyakit gusi memiliki kemungkinan dua kali besarnya terkena sakit jantung koroner.

Apa hubungannya penyakit gusi dengan stroke?
Beberapa penelitian menemukan orang yang terdiagnosa stroke kebanyakan memiliki penyakit gusi.

Bagaimana penyakit diabetes berdampak dengan kesehatan gigi saya?
Penderita diabetes memiliki kemungkinan menginap penyakit gusi dari pada orang yang tidak menderita diabetes. Hal ini dikarenakan penderita diabetes lebih retan terinfeksi.
Jika Anda memiliki diabetes, sangat penting bagi Anda untuk melakukan pemeriksaan terhadap gusi Anda, karena hal itu dapat meningkatkan kadar gula darah. Hal ini akan meningkatkan resiko terkenanya komplikasi. Juga jika Anda penderita diabetes, proses penyembuhannya akan lebih lama. Jika Anda memiliki masalah dengan gusi Anda, segera diskusikan dengan dokter gigi Anda.

Dapatkah penyakit gusi berdampak bagi bayi di kandungan saya?
Wanita hamil yang memiliki penyakit gusi memiliki 7 kali resiko lebih besar memiliki bayi premature dan “low birth weight” bayi. Hal ini disebabkan penyakit gusi meningkatkan level carian biologi yang mendorong kelahiran. Riset mebuktikan wanita hamil yang kondisi kesehatan gusinya memburuk memiliki tingkat resiko premature lebih tinggi lagi.

Bagaimana bakteri dimulut berdampak pada saluran pernafasan saya?
Bakteri penyebab infeksi dalam dada disebabkan oleh tarikan nafas dari ternggorokan dan mulut ke dalam paru–paru. Infeksi yang disebabkan bisa berupa Pneumonia atau lebih buruk lagi. Penderita penyakit gusi memiliki tingkat bakteri yang lebih tinggi didalam mulut oleh karena itu santa mudah untuk terkena infeksi pada saluran pernafasan.

Apa tanda–tanda yang harus saya perhatikan?
Kunjungi Dokter gigi Anda jika Anda memiliki tanda–tanda dari penyakit gusi yaitu :
•Pembengkakan pada gusi, yang menyebabkan gusi merah, dan mudah berdarah
•Rasa tidak enak pada mulut
•Gigi goyang
•Infeksi gigi yang reguler

Apakah saya perlu beritahu dokter gigi saya tentang kesehatan saya secara garis besar?
Selalu berita tahu dokter gigi Anda mengenai kesehatan Anda secara garis besar. Sangat penting untuk memberitahu mereka jika Anda hamil, punya penyakit jantung, diabetes, penyakit saluran pernafasan atau jika Anda pernah mengalami Stroke. Anda perlu memberitahu mereka tentang obat apa saja yang Ada minum karena ada kemungkinan dapat berdampak dengan perawatan dan kesehatan mulut Anda.

Apakah penyakit gusi merupakan keturunan?
Walaupun ada beberapa bukti yang menyatakan penyakit gusi merupakan keturunan, tetapi penyebab utamanya adanya plak yang menempel pada gigi Anda. Untuk mencegah penyakit gusi, Anda perlu memastikan bahwa Anda membuang plak tersebut setiap hari.

Apa yang harus saya lakukan untuk mencegah penyakit gusi saya semakin parah?
Jika Anda memiliki penyakit gusi, biasanya dokter gigi Anda akan membersikan karang gigi yang ada. Hal ini memerlukan beberapa kali pertemuan.
Mereka juga akan memberitahu bagaimana menghilangkan plak di rumah dengan cara menyikat gigi yang baik dan benar. Plak merupakan media yang baik untuk bakteri yang bersarang di gigi dan gusi.
Penyakit gusi tidak dapat disembuhkan. Tetapi asalkan Anda melakukan perawatan rumah dengan baik Anda dapat menurunkan resiko kembalinya lagi. Anda harus membersihkan plak gigi Anda seteiap hari dan melakukan check up berkala ke dokter gigi Anda dalam jangka waktu yang mereka anjurkan.

Dapatkah olahraga membantu mencegah penyakit gusi?
Berdasar penelitian yang menunjukkan bahwa orang yang “fit” dan sehat menurunkan 40% ancaman infeksi gusi yang menyebabkan penyakit gusi. Ditemukan pula jika seseorang tidak berolah raga, tidak menjaga berat badan yang normal dan memiliki habit makan yang buruk maka tingkat resikonya menjadi tinggi.
Jika Anda serius menjaga kesehatan Anda dan juga gigi Anda, maka berolahraga, makan yang sehat dan jaga berat badan Anda

Apakah merokok memiliki dampak pada gigi dan gusi saya?
Merokok dapat menyebabkan penyakit gusi menjadi lebih parah. Perokok menghasilkan bakteri plak lebih banyak dari pada bukan perokok. Hal ini disebabkan karena dengan merokok berarti Anda mengurangi oksigen dalam aliran darah Anda, sehingga gusi yang sudah terinfeksi tidak bisa sembuh. Merokok juga membuat gigi berubah warna, gigi copot akibat penyakit gusi, mulut bau dan bahkan kanker mulut.

Source : American Academy of Periodontology. British Dental Health Foundation

Minggu, 11 September 2011

Seminar Coass Pedo

PERAWATAN ENDODONTI GIGI SULUNG MENGGUNAKAN KOMBINASI OBAT ANTIBAKTERI

Rio Simanjuntak, SKG., Basaria Manurung, SKG., Dewi Caronita Gurusinga, SKG., Nancy Hutabarat, SKG.
(Co-Assistent Pedodonti Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Sumatera Utara Medan)
drg. Taqwa Dalimunthe, Sp.KGA 
(Dosen Departemen Pedodonti FKG USU)

Tujuan
          Evaluasi hasil klinis terapi LSTR (Lesion Sterilization and Tissue Repair) perawatan endodontik pada gigi sulung.

Metodologi
          Campuran metronidazole, ciprofloxacin, minocycline (3Mix) dan salep MP (Macrogol - Propylene glycol) pada 56 orang pasien (usia 4-18 tahun).
 
Pendahuluan
          Gigi dengan infeksi saluran akar, terutama jika telah mencapai jaringan periradikular adalah merupakan masalah yang umum terjadi pada gigi sulung dan sering mengakibatkan premature loss.
          Metronidazole diindikasikan untuk infeksi bakteri aerob dan anaerob. Berikut nama patennya : ®flagyl, elyzol, fladex, fortagil, mebazid, metrofusin, metrol,  metrozine, nidazole, pravlon, ragyl forte, trogyl, tismazol. Ciprofloxacin diindikasikan untuk infeksi pseudomonas Aeruginosa. Contohnya adalah ®ciproxin. Sedangkan minocycline diindikasikan untuk infeksi stafilokokus Aureus & streptokokus. Contohnya ®minocin.
          Gigi sulung perlu dipertahankan dalam lengkung dengan cara direstorasi untuk mempertahankan fungsi dan agar bebas penyakit (Camp 1994). Gigi sulung yang dirawat dan direstorasi disebut sebagai space maintainer yang mana gigi tersebut adalah lebih baik daripada pesawat (Belanger 1988).
          Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi secara klinis LSTR pada perawatan endodontik gigi sulung yang terinfeksi termasuk gigi dengan resorpsi akar fisiologis.

Metode dan Bahan
          Sampel sebanyak 87 gigi sulung yang terinfeksi pada 56 pasien berusia 4-18 tahun. Pasien tersebut pernah menerima perawatan gigi antara tahun 1989 dan 1997 di Klinik Gigi Takushige (Sendai, Jepang). Pasien diberitahu maksud dan tujuan klinisnya, juga keuntungan dan kerugian perawatan. Pasien melakukan persetujuan tertulis dan kemudian dirawat oleh satu dari empat orang dokter gigi.

Tabel 1.
Usia pasien yang dirawat

Tabel 2.
Jumlah dan posisi gigi yang dirawat dengan perawatan endodonti LSTR 3Mix

Tabel 3.
Kasus dengan resorpsi akar fisiologis dan hasil klinis setelah perawatan  endodonti LSTR 3Mix
  Dari data tersebut terdapat sebanyak 87 kasus, 81 kasus memperlihatkan derajat resorpsi akar fisiologi.

 Tabel 4.
Kasus dengan pembengkakan gingiva/fistula dan hasil klinis setelah perawatan endodonti LSTR 3Mix
 
Dari tabel tersebut diketahui derajat yang berbeda dari pembengkakan gingiva diamati pada 52 kasus dan fistula pada 22 kasus

Tabel 5.
Kasus dengan nyeri klinis & hasil klinis setelah perawatan endodonti LSTR 3Mix

Tabel 6.
Kasus dengan resorpsi tulang & hasil klinis setelah perawatan endodonti LSTR 3Mix

Persiapan Klinis
  1. Pembuangan lapisan tablet dan kapsul 
  2. Setiap obat dihancurkan dengan mortar porcelain dan penumbuknya 
  3. Disimpan pada tempat penyimpanan porcelain dengan rapat untuk mencegah pemaparan sinar dan kelembaban 
  4. Obat disimpan di lemari es dengan temperatur sekitar 160C
  5. Setelah dikeluarkan dari lemari es, tempat penyimpanan tersebut tidak boleh langsung dibuka sebelum mencapai suhu kamar 
  6. Bubuk obat antibakterial dicampur dengan perbandingan 1:3:3 (metronidazole: ciprofloxacin: minocycline) atau disebut 3Mix.
                    3Mix dipersiapkan dengan cara : 
    1. 3Mix + Macrogol (M) & Propylene glycol (P) disebut 3Mix-MP 
    2. 3Mix + sealer saluran akar disebut 3Mix-sealer
Prosedur klinis LSTR pada perawatan endodonti gigi sulung dengan 3Mix-MP atau 3Mix-sealer
  • Pencatatan gejala klinis akut dan kronik
  • Pembuatan radiografi sebelum perawatan
  • Pembukaan akses, pembuangan pulpa nekrotik dan restorasi sebelumnya jika ada dengan bur
  • Orifisi saluran akar dibesarkan untuk membuat suatu kavitas medikasi 
  • Kavitas medikasi setengahnya diisi dengan 3Mix-MP atau 3Mix-sealer
  • Kavitas ditutup dengan glass ionomer cement dan selanjutnya diperkuat dengan direct bonded resin inlay
            Skema aplikasi LSTR 3Mix-MP NIET pada gigi sulung yang infeksi. (a) Gigi sulung denganresorpsi akar fisiologis. (1) Inlay resin dibuat dengan metode direk dan diperkuat oleh semen resin. (2) Pengisian dengan GIC flow. (3) 3Mix-MP dalam kavitas medikasi yang dipersiapkan. (b) Gigi tetap pengganti
  
       Evaluasi klinis perawatan endodonti dengan LSTR
                 Setelah perawatan, dilakukan pemeriksaan klinis. Dalam sebulan (terutama dalam 10 hari), dilakukan evaluasi klinis pertama sebagai evaluasi jangka pendek. Evaluasi jangka panjang dilengkapi saat pasien mengunjungi klinik dokter gigi untuk perawatan lain atau pada waktu dipanggil kembali. Perawatan berhasil bila gigi dapat berfungsi, tidak ada rasa sakit atau infeksi. Jika perawatan berhasil à akan diikuti  penggantian gigi tetap secara normal. 
Hasil 
Pemeriksaan klinis pada 83 kasus dari 87 kasus setelah aplikasi tunggal obat 3Mix menunjukkan hasil yang baik.Pembengkakan gingiva & fistula menghilang dalam beberapa hari setelah penggunaan obat tersebut.
Rasa sakit hilang dan semua gigi berfungsi normal setelah perawatan.
Sebagai catatan, 70 dari 87 kasus (80%) telah selesai dan berhasil dalam sekali kunjungan 
Diskusi
Hasil penelitian ini adalah bahwa gigi sulung dengan lesi periradikular, termasuk tahap resorpsi akar fisiologis dapat dilakukan perawatan lebih singkat dengan terapi endodonti LSTR
3Mix pada perawatan gigi sulung disertai lesi periradikular memberikan hasil klinis yang sangat baik walaupun hanya sekali kunjungan
Hasil klinis sukses dari LSTR-NIET pada perawatan gigi sulung yang infeksi dapat dianggap berasal dari khasiat bakterisidal obat (3Mix)
Proses pencampuran obat terjadi dengan cepat dan efisien dengan adanya propylene glycol
yang mana penetrasinya ke dalam lesi gigi sulung membunuh semua bakteri dalam waktu singkat
Infeksi saluran akar gigi sulung dihindarkan dari tindakan pencabutan sehingga menjadi space maintainer alami.
Resorpsi akar fisiologis merupakan kontraindikasi. 
Kasus klinis penggunaan LSTR 3Mix-MP NIET
(a.b) Sebelum perawatan. Terdapat pembengkakan gingiva dan adanya fistel
(a) Radiografi.
(b) Gigi M1 sulung kiri mandibula dalam tahap resorpsi akar fisiologis. 
(c) Kavitas medikasi dipersiapkan pada orifisi saluran akar. 
(d) Satu minggu setelah perawatan. Pembengkakan gingiva & fistel hilang. 
(d.f) Setelah 351 hari, gigi sulung secara normal akan digantikan oleh gigi permanen.
 
(a.b) Sebelum perawatan. Abses gingiva
(a) Radiografi.
(b) Gigi M2 sulung kiri mandibula sedang dalam tahap resorpsi akar fisiologis,
     membutuhkan perawatan endodontik.
(c) Abses gingiva telah hilang setelah 1 hari perawatan.
(d) Setelah 225 hari, gigi permanen pengganti dalam proses erupsi normal.
   
Kesimpulan 

      Terapi LSTR menggunakan 3Mix-MP adalah pencampuran metronidazole, ciprofloxacin dan minocycline (3Mix) serta macrogol & propypilene glycol (MP) à memberikan hasil yang sangat baik dalam perawatan saluran akar gigi sulung yang infeksi disertai lesi periradikular & beberapa dengan resorpsi akar fisiologis.

Sabtu, 10 September 2011

Kota Tarutung

my ACTIVITY (the story with some pictures)

wellcome the city ....TARUTUNG....



Everyday,
Monday till Saturday at Hutabaginda PHC
(jalan Dr. T.B. Simatupang No. 380)


at Poli Gigi 


UKGS Goes To School
 

the Charity with
Saurma AmKeb (bidan puskesmas),
Tiodina (bidan kelurahan Hutatoruan IX),
Hilde AmKeb (bidan desa PTT)



Private Praktek at Jalan Sisingamangaraja No. 234 Tarutung (Depan RSUD)
Edit : Senin - Jumat Jam 16.30 - 20.00 Wib




the room.. (minimalis, tapi dijamin comfortable alias nyaman)



Save Your Children's Teeth,
Save The Childrens..



Visi :

Dengan menggunakan sarana teknologi informasi yang semakin maju, kami berusaha ikut berpartisipasi dalam pelayanan kesehatan gigi, pengembangan ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara profesional

Misi :

Menjalankan praktek dokter gigi

Memberikan informasi tentang kesehatan gigi  kepada masyarakat

Memberikan pelayanan profesional berupa  perawatan dan pengobatan gigi mulut

Menerima konsultasi dan rujukan dari teman sejawat dokter

Behel Untuk Remaja

Braces For Teenagers : Merapikan Gigi
  • Teenage years (10-18) are often the ideal time for orthodontic treatment. Jaw bone at this age is relatively soft and the teeth can be moved easily by braces and hence treatment time is shorter. 
  • Common orthodontic problems among teenagers are crowding, gaps between teeth, protruding upper teeth, extra or missing teeth and some jaw growth problems
 



Selasa, 06 September 2011

Aku Sedang Malas



Aku Sedang Malas..
Bingung ya kalo ada orang berpikiran aq itu dibayar stp x mengikuti baksos.. ntah dari mana asumsi seperti itu muncul ke permukaan agenda permohonan izin.. tp mmg setelah dianalisis kenyataannya kebanyakan org berpikiran sama. I think i dont have a friends with the same opinion here.. hoalah.. tp gak bs jg sih disalahkan, bs aja stp ada baksos mreka pake sistem payment.. yah yg mnrtku itu namanya gak baksos.. itu sih kegiatan mencari duit berkedok baksos.. kasihan jg kurasa.. tp mau gmn lg, sbg dokter fungsional ya saya terima jg lah alasan tdk memberi ijin krn pasien di poli mau dikemanain.. ok ok jawaban yg ini baru tepat saya rasa.. yg gak enaknya judge di jawaban pertama “dibayar brp..” ough.. aq bagaikan diterpa angin bahorok, melayang ku melayang.. ya akhirnya aq ikuti alasannya dan aq pun cari solusi lain utk ikut the MT tsb.. semua ada jalan, aq yakin itu.. semangat semangat.. semangkaaaaaaaa.. hehe..

Lah judulnya aq sdg malas tp yg dibahas nyambung gak sih?? Hehe..
Tp mmg ini membuatku malas.. ya mmg uda resiko sih, siapa suru jd pns pemda. Mesti diterima dan mesti hormat sm sesama pns.. haha.. halah.. bbrp tmn jg diajak pada gak ada yg mau.. hmm.. sulit mmg ya kalo gak dibayar.. ya wajar sih.. haha.. tp kalo sesekali kan gak apa2 nya.. hohoho.. asik ketawa aja aq di tulisan ini.. pantesan aja kebanyakan masyarakat blg kalo menjumpai dokter itu sgt mahal.. kalo yg ini aq setuju, namanya jg kita sekolah lama n uang ortu uda pada ludes.. hehe.. tp kan perlu jg membayar sedikit pd masyarakat tak sanggup.. nah apalagi ini ada moment nya ada yg mengajak bergabung kan lbh asik gak perlu susah2 lg kalo mau berbagi, gak sendirian lg mengerjakannya.. kalo sendiri kan byk aja halangan n tantangan.. ini aja mau ikut gabung 2 hari aja uda ada kesulitan.. haha.. wadow yg itu jgn dibahas lg lah ya dianggap kelar aja.. ambil resiko alpa.. haha.. yg pntg uda ijin.. tul?? (uda stres jg nih aq, ntah siapa yg ngejawab ini question tag.. hehe)

Ya sudahlah, spt katanya kang bondan prakosa. Spt jg katanya pak rian d masiv, syukuri apa yg ada hidup adalah anugerah tetap jalani hidup ini melakukan yg terbaik.. yg terbaik mnrt God Sang Penciptaku..
So jangan malas lg.. hayo kerja kerja kerja.. ini pasien dimana semua ya? Kog blm ada yg nongol k perpolian ini?? Ngerti kale ya kalo aq sdg malas.. ato kalo aq sdg menulis di blog ini.. haha.. spirit dah.. cu next blogger..

Minggu, 04 September 2011

Granuloma Dental

 

Mari memasuki mode harfiah, kata dental berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan gigi, kata granul/ granula berasal dari jaringan granulasi dan imbuhan oma identik dengan pembengkakan, jadi secara harafiah sederhana dental granuloma adalah pembentukan jaringan granulasi secara berlebihan sebagai respon rangsangan infeksi gigi (untuk Anda yang tidak setuju dengan definisi ini, memang dipersilahkan untuk membaca diktat Anda kembali dan menggunakannya sebagai pegangan hidup praktek Anda, hehe.. karena definisi di sini digunakan untuk mempermudah proses pembelajaran saya saja..).

Dari 4 kondisi kelainan periapikal yang dapat terjadi sebagai manifestasi infeksi pulpoperiapikal (sekedar mengingat kembali ada 4 kondisi yang mungkin terjadi ketika infeksi mencapai jaringan periapikal, bisa jadi dental granuloma, abses periapikal, kista atau osteomielitis), dental granuloma adalah kondisi yang paling ringan dan paling sedikit menimbulkan gejala yang mengganggu bahkan mungkin pasien sendiri tidak sadar bahwa ia memiliki dental granuloma.

Saluran pulpa yang sempit menyebabkan drainase yang tidak sempurna pada pulpa yang terinfeksi, namun dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri dan menyebar kearah jaringan periapikal secara progresif . Ketika infeksi mencapai akar gigi, jalur patofisiologi proses infeksi ini dipengaruhi oleh jumlah dan virulensi bakteri, ketahanan host dan anatomi jaringan yang terlibat. Pada kondisi host yang cukup baik dan kebetulan memang virulensi bakteri yang menginfeksi rendah, seringkali menciptakan kondisi yang disebut dental granuloma ini.

Bagaimana prosesnya?

Seperti yang kita ketahui, proses keradangan akan selalu menjadi pasukan garda depan dalam mengeliminasi “sesuatu” yang dianggap akan membahayakan sel, jaringan atau lebih luasnya lagi; tubuh. “Sesuatu” ini sering kita sebut sebagai jejas. Proses keradangan dibagi menjadi 2 kondisi; akut dan kronis. Ada juga beberapa diktat yang menyebutkan 3 kondisi; akut, sub-akut dan kronis. Dalam kondisi dental granuloma ini, proses keradangan yang terjadi adalah keradangan kronis.

Keradangan kronis bisa terjadi pada kondisi infeksi dengan virulensi bakteri ataupun jumlah bakteri yang rendah, serta kemampuan tubuh / host dalam mengatasi infeksi tersebut dalam kondisi yang baik. Yang terjadi pada bakteri bervirulensi rendah ini ketika memasuki regio periapikal adalah terhentinya aktivitas bakteri secara terputus-putus (nyambung gak nyambung gak), akibat respon keradangan kronis yang mekanismenya berupa aktivasi sel-sel radang kronis untuk mengeliminasi bakteri, disertai pembentukan pembuluh darah baru, dan pembentukan jaringan granulasi di regio yang terlibat.

Dental granuloma (bagi yang belum pernah melakukan / pernah melihat ekstraksi gigi dengan dental granuloma di apeks giginya, tuh gambar di atas.. hehe) berbentuk kurang lebih seperti bakso kasar/buah anggur, bergranul-granul, kadangkala terlihat agak putih, atau bisa jadi berlumuran darah berwarna merah gelap.
Proses terbentuknya dental granuloma; sederhananya, mari membayangkan sebuah apeks gigi, dan dari foramen apikalnya keluarlah seekor bakteri (seekor.. padahal untuk mampu merusak jaringan, dibutuhkan banyak bakteri, sederhananya, inilah salah satu kondisi yang menurunkan virulensi bakteri, yaitu kalah jumlah), sejak awal kedatangannya, bakteri ini sudah dihadang oleh sel radang kronis, lalu dieliminasilah dia.. lalu berikutnya terbentuklah pembuluh darah baru di daerah yang sempat didatangi bakteri tadi (hal ini lumrah adanya, karena setiap bakteri memiliki enzim yang memang tetap saja mampu merusak jaringan) dengan tujuan agar transpor nutrisi dan oksigen dapat berlangsung kembali dengan baik, sehingga proses repair jaringan dapat terjadi. Untuk melindungi pembuluh darah baru tadi, yang notabene rapuh karena memang masih muda, maka dibentuklah jaringan granulasi yang tersusun atas jaringan ikat, agar mampu melindungi pembuluh darah baru tadi dalam melakukan perannya sebagai media perantara perbaikan jaringan. Seharusnya, proses infeksi berhenti sampai disini, namun virulensi yang rendah bukan berarti jumlah (kuantitas) bakteri yang sedikit saja, bisa jadi jumlah (kuantitas) bakteri yang cukup banyak, namun kemampuan (kualitas) mereka untuk merusak jaringan yang menurun.

Mari membayangkan kembali apeks gigi diatas, bedanya, kali ini sudah ada satu bundel jaringan granulasi yang terbentuk akibat adanya invasi bakteri tadi. Eh.. ternyata ada lagi bakteri yang keluar dari apeks gigi.. cukup banyak pula.. dan terulanglah fase keradangan kronis yang sama seperti yang dijelaskan diatas, sehingga terbentuklah jaringan-jaringan granulasi baru yang ber-bundel-bundel. Eh.. ada lagi bakteri yang turun dari apeks.. lalu segera proses keradangan kronis menghadang dan terulang kembali pembentukan jaringan granulasinya.. karena proses infeksi ini bersifat terputus-putus dan kualitasnya ringan, maka proses keradangan ini akan berjalan secara terus menerus pula, dan menghasilkan bentukan berupa semacam buah anggur di apikal gigi yang disebut dental granuloma.

Biasanya dental granuloma dapat berkembang karena adanya karies besar dan perforasi dalam jangka waktu yang lama, mungkin pernah sakit, namun hanya diberikan terapi anti nyeri, saat nyeri mereda, alih-alih pergi ke dokter gigi untuk merawat giginya, tapi dibiarkan saja karena merasa kondisi badannya saat itu memang sehat-sehat saja. Hal-hal semacam ini sebenarnya tidak saja memungkinkan terbentuknya dental granuloma, tapi bisa juga menjadi abses, kista, atau osteomyelitis, tergantung interaksi dari host, agent, dan environment-nya.

Bagaimana terapi dental granuloma? Biasanya dilakukan ekstraksi dengan maksud mengeliminasi penyebab utamanya yaitu karies besar yang mengandung banyak bakteri perusak, lalu dilanjutkan dengan melakukan kuretase di sekeliling soket terutama daerah apikal gigi. (Edit from Gilang Rasuna, SKG)